Connect with us

AGAMA

Kalimat Dzikir Berikut, Dimana Jika Kalimat Ini Ditimbang Beratnya Melebihi Berat Tujuh Lapis Langit Dan Tujuh Lapis Bumi

Published

on

EWGRE

Kalimat Dzikir Berikut, Dimana Jika Kalimat Ini Ditimbang Beratnya Melebihi Berat Tujuh Lapis Langit Dan Tujuh Lapis Bumi

Manusia tentu sulit membayangkan bagaimana beratnya tujuh lapis bumi. Namun tahu kah anda jika jumlah ini tidak lebih berat jika dibandingkan dengan dari kalimat dzikir berikut ini.

Seperti kalimat dzikir berikut, dimana jika kalimat ini ditimbang beratnya melebihi berat tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi. Penasaran dengan kalimat dzikir yang dimaksud?

Dzikir merupakan kalimat-kalimat yang dilafadzkan seorang muslim sebagai salah satu bentuk ibadah dengan cara mengingat Allah. Ada banyak kalimat dzikir yang bisa dilafadzkan antara lain tasbih, tahmid takbir dan masih banyak lagi kalimat lainnya.

Masing-masing kalimat tasbih ini memiliki keistimewaan tersendiri. Misalnya kalimat dzikir yang beratnya melebihi tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi.

Kalimat dzikir tersebut adalah Laa ilaha illallah yang artinya tiada Tuhan selain Allah. Nabi Musa ‘Alahis salam berkata kepada Rabbnya, “Ya Allah, ajarkanlah kepadaku tentang sesuatu untuk berdzikir kepada-Mu?” Allah Ta’ala pun menjawab, “Ucapkanlah Laa ilaha illallah.”

Dalam riwayat yang disampaikan oleh Imam an-Nasa’i ini, Nabi Musa As memohon kepada Allah Ta’ala selepas mendapatkan ajaran tentang kalimat dzikir yang mulia itu. Pinta Nabi Musa As, “Ya Allah, setiap kali mengucapkan dzikir ini, berikanlah aku pahala yang istimewa.”

Sebagaimana disebutkan dalam hadist Qudsi dari Abu Sa’id al-Khudri, Allah Ta’ala mengatakan dalam firman-Nya “Wahai Musa, seandainya tujuh lapis bumi beserta isinya digabungkan dengan tujuh lapis langit dengan seluruh semestanya dan diletakkan di sebelah timbangan kalimat Laa ilaha illallah, niscaya kalimat itu lebih berat, melebihi semua itu.”

Masya Allah, begitu besarnya keutamaan kalimat dzikir ini, sehingga beratnya melebihi tujuh lapis langit dan bumi. Padahal menurut kita selama ini, bumi beserta isinya saja sudah sedemikian berat. Namun nyatanya, kalimat yang mudah diucapkan ini memiliki keutamaan dibanding hal itu.

Tapi memang faktanya, kalimat tidak semua mampu mengucapkan kalimat Laa ilaha illallah ini. Hanya manusia pilihan Allah saja yang dengan ikhlas mengucapkan kalimat ini.

Bagi mereka yang tidak beriman kepada Allah, maka kalimat Laa ilaha illallah adalah hal mustahil yang bisa terucap. Karena kalimat ini menjadi persyaratan mutlak ketika seseorang percaya kepada Islam. Kalimat yang disebutkan dalam hadits lain, jika diucapkan dengan ikhlas, kemudian pelakunya mati, maka ia berhak atas surga-Nya Allah Ta’ala. Wallahu a’lam

zikir ‘Lailahaillallah’ mempunyai banyak fadhilat dan kelebihan, antaranya ialah:

Pertama : Pengamal akan mendapat syafaat dari Rasulullah SAW.

Ini berdasarkan hadis Rasulullah SAW yang bermaksud, “Dari Abu Hurairah r.a. berkata : Telah bersabda Rasulullah SAW : Yang akan mencapai kebahagiaan dan keuntungan melalui syafaatku ialah orang yang mengucap kalimah Lailahaillallah dengan hati yang ikhlas.” (Hadis riwayat al-Bukhari)

Kedua : Mendapat jaminan masuk Syurga.

Dari Zaid bin Arqam Radiallahuanhu meriwayatkan bahawa Rasulullah SAW bersabda yang maksudnya, “Barangsiapa yang mengucapkan ‘Lailahaillallah’ dengan ikhlas, dia akan dimasukkan ke dalam syurga.” Lalu ditanya kepada baginda SAW, “Bagaimanakah yang dimaksudkan dengan ikhlas itu?” Rasulullah SAW bersabda, “Ikhlas itu ialah yang mencegah dari melakukan perbuatan-perbuatan yang haram.” (Hadis riwayat at-Tabarani)

Ketiga : Tidak akan dimasukkan ke dalam api Neraka.

Dari Umar r.a. meriwayatkan bahawa beliau mendengar Rasulullah SAW bersabda yang maksudnya, “Aku mengetahui satu kalimah yang tidaklah seorang hamba pun yang mengucapkannya dan membenarkannya dengan hati kemudian ia mati dengannya melainkan haramlah ke atasnya Neraka Jahanam. Kalimah itu ‘Lailahaillallah.’” (Hadis riwayat al-Hakim)

Keempat : Amalan zikir tersebut mendapat timbangan yang lebih berat dari amalan-amalan yang lain.

Dari Abi Abas r.a. bahawa Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud, “Demi yang diriku di tangan-Nya, jika sekiranya segala langit dan bumi dan siapa yang ada padanya dan apa-apa yang ada di antaranya dan apa-apa yang ada di bawahnya diletakkan di sebelah dacing dan kalimah ‘Lailahaillallah’ di sebelah yang lain, maka dacing kalimah ‘Lailahaillallah’ itulah yang lebih berat.” (Hadis riwayat at-Tabarani)

Kelima : Merupakan anak kunci Syurga.

Muaaz bin Jabal Radiallahuanhu meriwayatkan bahawa Rasulullah SAW bersabda yang maksudnya, “Anak-anak kunci syurga ialah mengakui kalimah ‘Lailahaillallah’.” (Hadis riwayat Imam Ahmad)

Jangan meninggalkan zikir

Jangan meninggalkan zikir, kerana engkau belum selalu ingat kepada Allah di waktu berzikir, sebab kelalaian mu terhadap Allah ketika tidak berzikir lebih berbahaya daripada kelalaian mu terhadap Allah ketika kamu berzikir.

Semoga Allah menaikkan darjatmu daripada zikir dengan kelalaian, kepada zikir yang disertai ingat (sedar) terhadap Allah, kemudian naik pula dari zikir dengan kesedarang ingat kepada zikir yang disertai rasa hadir dan dari zikir yang disertai rasa hadir kepada zihir hingga lupa terhadap segala sesuatu selain Allah. Dan yang demikian itu bagi Allah tidak sukar (tidak berat).

Memindah (menaikkan) dari satu tingkat ke lain tingkat (darjat), zikir adalah satu-satunya jalan yang terdekat menuju kepada Allah, bahkan yang sangat mudah dan ringan.

Abu Qasim al-Qusyairy berkata : Zikir itu symbol wilayah (kewalian) dan pelita penerangan untuk sampai dan tanda sihatnya permulaannya, dan menunjukkan jernihnya akhir puncaknya dan tiada suatu amal yang menyamai zikir, sebab segala amal perbuatan itu ditujukan untuk berzikir, maka zikir itu bagaikan jiwa dari segala amal. Segala kelebihan zikir dan keutamaannya tidak dapat dibatasi.

Dalam hadis Qudsi, Allah berfirman yang bermaksud, “Aku selalu mengikuti sangkaan hamba-Ku terhadap diri-Ku dan Aku selalu menyertainya ketika ia berzikir kepada-Ku.”

Jika ia berzikir dalam hati peribadinya (sendirian), AKupun berzikir padanya dalam diri-Ku dan jika ia berzikir pada-Ku di depan umum, Akupun berzikir padanya di muka umum yang lebih baik dari golongannya. Dan bila ia mendekati pada-Ku sejengkal, Aku mendekati padanya sehasta dan bila ia mendekati pada-Ku sehasta, Aku mendekati padanyua sedepa dan bila ia datang kepadaku berjalan, Aku datang kepadanya berjalan cepat (berlari).

Abdullah nin Abbas r.a. berkata : Tiada suatu kewajipan yang diwajibkan oleh Allah pada hamba-Nya melainkan ada batas-batasnya, kemudian bagi orang-orang yang uzur dimaafkan bila tidak dapat melakukannya, kecuali zikir maka tidak ada batas dan tidak ada uzur yang dapat diterima untuk tidak berzikir, kecuali jika berubah akal (gila).

Firman Allah SWT yang bermaksud, “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal (sempurna akal), (yaitu) orang-orang yang mengingat (berzikir pada)Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (Surah ali-‘Imran [003], ayat 190-191)

Firman Allah yang bermaksud, “Hai sekalian orang yang beriman : Berzikirlah kamu kepada Allah sebanyak-banyaknya zikir. Dan bertasbihlah (mengagumkan) Allah pada pagi dan petang.”

Yakni pagi, siang, petang, malam, di darat, di laut, di udara, pergi dan tidak pergi, yakni pada segala tempat dan masa, bagi yang kaya, miskin, sihat, sakit, terang-terangan atau sembunyian dengan lisan atau hati dan pada segala hal keadaan.

Antara zikir yang boleh dijadikan amalan

Dari Abu Hurairah r.a., katanya Rasulullah SAW bersabda, “Siapa membaca kalimat tahlil: ‘Laa ilaaha ilallahu wahdahu laa syariikalah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa alaa kulli syai-in qadiir’ sebanyak seratus kali dalam sehari, maka dia beroleh pahala sebanyak pahala memerdekakan sepuluh orang budak dan dicatat untuknya seratus kebajikan, serta dihapus daripadanya seratus kesalahan (dosa), dan pada hari itu dia terpelihara dari godaan syaitan sampai ke petang. Dan tidak seorang pun yang melebihi amalnya kecuali orang yang membacanya lebih banyak dari seratus kali. dan siapa membaca: ‘Subhanallaahi wa bihamdih’ sebanyak seratus kali dalam sehari, dihapus segala kesalahannya walaupun sebanyak buih di lautan.” (Sahih Muslim dalam Bab – Zikir, Doa, Taubat , Istighfar No Hadis – 2313)

Dari Amru bin Maimun r.a., dari Rasulullah SAW sabdanya: “Siapa membaca: ‘Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa alaa kulli syain qadiir’ sebanyak sepuluh kali, maka dia beroleh pahala sebanyak pahala orang yang memerdekakan empat orang keturunan Ismail.” (Sahih Muslim dalam Bab – Zikir, Doa, Taubat, Istighfar No Hadis – 2315)

Dari Abu Hurairah r.a., katanya Rasulullah SAW bersabda: “Dua kalimat yang ringan di lidah (mengucapkannya) tetapi berat timbangan pahalanya dan keduanya disukai Allah SWT ialah: ‘Subhaanallahi wa bihamdih, subhaanallaahil azhiim.’” (Sahih Muslim dalam Bab – Zikir, Doa, Taubat, Istighfar No Hadis – 2316)

Dari Mush’ab bin Sa’ad dari bapanya r.a., katanya: Seorang Arab dusun datang kepada Rasulullah SAW seraya berkata: “(Ya, Rasulullah!) Ajarkanlah kepadaku kalimat (zikir) untuk kubaca.” Sabda baginda, “Bacalah: ‘Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalah’, ‘Allahu akbar kabiiran wal hamdu lillahi katsiiran wa subhaanallaahi rabill alamin’, ‘laa hawla wa laa quwwata illa billaahil azizil hakim.’” Lalu kata orang itu, “Kalimat ini semuanya untuk Tuhan semata, yang mana untukku?” Sabda baginda, “Bacalah: ‘Allahummaghfir li warhamni, wahdini warzuqni.’” (Sahih Muslim dalam Bab – Zikir, Doa, Taubat , Istighfar No Hadis – 2318)

Dari Abu Malik Al Asyja’i dari bapanya r.a., kataya: “Apabila seorang lelaki masuk Islam, Nabi SAW mengajarinya solat, kemudian baginda menyuruhnya berdoa dengan kalimat ini ‘Allahummghfir li war hamni wahdini, wa aafini, warzuqni.’” (Sahih Muslim Bab – Zikir, Doa, Taubat , Istighfar No Hadis – 2319)

Dari Abdullah r.a, katanya, “Apabila hari telah petang, maka Rasulullah SAW berdoa: ‘Amsaina wa amsal mulku lillahi wal hamdu lillah laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariikalah, lahul mulku wal lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadir. Rabbi as-aluka khaira maa fi hadzihil lailati wa khaira maa ba’daha. wa a’udzu bika min syarri maa fi hadzihil lailati wa syarri maa ba’daha. Rabbi a’udzubika minal kasali, wa suu-il kibari. Rabbi a’udzu bika min ‘adzabin fi naari wa ‘adzabin fil qabri’ dan apabila hari telah pagi baginda berdoa pula seperti itu, menukar kata ‘amsaina’ (petang hari) dengan kata ‘ashbahna’ (pagi hari).” (Sahih Muslim Bab – Zikir, Doa, Taubat , Istighfar No Hadis – 2345)

Dari Juwairiyah binti Al Harits isteri Nabi SAW r.a., katanya Nabi SAW keluar dari rumahnya pagi-pagi setelah selesai solat Subuh, dan Juwairiyah masih berada di tempatnya solat. Setelah waktu Dhuha Rasulullah SAW pulang sedangkan Juwairiyah masih duduk di tempatnya semula. Rasulullah bertanya kepadanya, “Apakah engkau sentiasa duduk (berzikir) seperti itu sejak kutinggalkan tadi?” Jawab Juwairiyah, “Betul, ya Rasulullah!” Sabda Nabi SAW, “Aku hanya mengucapkan empat kalimat sebanyak tiga kali semenjak itu, yang kalau ditimbang dengan apa yang kau baca dalam zikirmu sejak tadi, nescaya sama berat. Kalimat itu ialah: ‘Subhanallahi wa bihamdihi ‘adada khalqihi, wa ridha nafsihi, wa zinata arsyihi wa midadi kalimaatihi.’” (Sahih Muslim Bab – Zikir, Doa, Taubat , Istighfar No Hadis – 2348)

Wallahualam.

Sumber: Infoyunik

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AGAMA

Wirid Lepas Solat & Zikir – Panduan Lengkap

Published

on

Wirid Lepas Solat & Zikir - Panduan Lengkap

Wirid Lepas Solat & Zikir – Panduan Lengkap

Solat adalah merupakan rukun islam yang kedua dan perintah yang wajib dilaksanakan oleh semua umat Islam. Selepas menunaikan solat, membaca wirid lepas solat dan zikir adalah salah satu amalan yang dianjurkan. 

Rasulullah SAW bersabda kepada Muaz:

يَا مُعَاذُ إِنِّي اُحِبُّكَ لا تَدَعْ دُبُرَ كُلِّ صَلاَةٍ، اَللَّهُمَّ أعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Maksudnya: “Hai Muaz, aku menyayangimu. Justeru jangan kamu tinggalkan untuk berdoa setiap kali selepas solat dengan membaca doa ini: Ya Allah, tolonglah aku untuk mengingatimu, bersyukur kepadamu dan membaikkan dalam beribadah kepadamu.”

Riwayat Ahmad (no: 22119), Abu Daud (no: 1524), dan al-Nasaie dalam Sunan al-Kubra (no: 9937). Dinilai sahih oleh Ibn Hibban dalam Sahihnya (no: 2020), dan Ibn Khuzaimah dalam Sahihnya (no: 751)


Makna Wirid Lepas Solat & Zikir

Wirid lepas solat merujuk kepada bacaan atau amalan yang dilakukan selepas menunaikan solat fardhu. Ia biasanya terdiri daripada ayat-ayat Al-Quran, zikir, dan doa-doa tertentu. 

Wirid lepas solat bukanlah satu ritual, tetapi merupakan cara untuk memanjatkan kesyukuran, memohon keberkatan, keampunan dan sebagainya daripada Allah SWT.

Zikir pula bermaksud mengingati Allah dengan menyebut nama-nama-Nya yang mulia atau memuji-Nya.  Ia boleh dilakukan pada bila-bila masa termasuklah selepas menunaikan solat. 

Seperti yang didefinisikan oleh Syeikh Abdul Rahman al-Sa’di, zikir secara umum adalah meliputi segala perkara yang mendekatkan seseorang hamba dengan Allah SWT dari segi aqidah, pemikiran, amalan hati, amalan badan atau pujian ke atas Allah atau mempelajari ilmu berfaedah atau mengajarinya atau seumpama dengannya. (Lihat Al-Riyadh al-Nadhirah, hlm. 245)

Secara khususnya pula, zikir merujuk kepada lafaz-lafaz tertentu yang disyariatkan oleh Allah SWT seperti membaca al-Qur’an, menyebut nama-nama dan sifat-sifat-Nya yang Maha Tinggi dengan bibir atau di dalam hati sebagaimana yang termaktub di dalam al-Qur’an, atau pun lafaz-lafaz yang disyariatkan menerusi lidah Rasulullah SAW yang memberi erti pujian, penyucian, pengudusan dan pengesaan terhadap Allah SWT. (Lihat Al-Zikr wa Atharuh fi Dunya al-Muslim wa Akhiratih, hlm. 17-20)

BACA JUGA: Doa Iftitah Rumi: Bacaan Doa Iftitah Dalam Solat (Video)


Bacaan Wirid Selepas Solat & Zikir 

Wirid Lepas Solat & Zikir - Panduan Lengkap

LEPAS_SOLAT_2.PNG

1. Beristighfar

Selepas memberi salam, dimulakan dengan berzikir sebagaimana diterangkan oleh Baginda Rasulullah SAW, maksudnya:

Daripada Tsauban berkata: Rasulullah SAW apabila selesai menunaikan solat, Baginda beristighfar tiga kali.. (SAMBUNGAN)

 أَسْتَغْفِرُ اللهَ أَسْتَغْفِرُ اللهَ 

(lafaznya sekadar mengucapkan) : Astaghfirullah – Maksudnya : Aku memohon ampun kepada Allah) 

Dalam hadis yang diriwayatkan daripada Ibnu Mas‟ud, katanya

Maksudnya :  Daripada Ibnu Mas‟ud berkata : Telah bersabda Rasulullah SAW; “Sesiapa yang beristighfar dengan lafaz: 

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْه

Nescaya akan diampunkan dosa-dosanya walaupun antara dosanya itu adalah kerana melarikan diri dari medan perang”. 

Hadis ini adalah sahih dan boleh diamalkan pada bila-bila masa tanpa terhad kepada selepas waktu solat sahaja. 

2. Membaca Zikir Al-Salam 

Selepas memberi salam, dimulakan dengan berzikir sebagaimana diterangkan oleh Baginda Rasulullah SAW, maksudnya:

Daripada Tsauban berkata: Rasulullah SAW apabila selesai menunaikan solat, Baginda beristighfar tiga kali.. (SAMBUNGAN) >> kemudian menyebut:

‏ اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ

Maksudnya :  Ya Allah, Engkaulah yang memiliki kesejahteraan, dan daripada-Mu asal kesejahteraan itu, segala keberkatan adalah milik Engkau Ya Allah yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.

Amalan bacaan yang diamalkan oleh para solihin Madinah al Munawwarah dengan bacaan : 

للَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلَامُ فَحَيِّنَارَبَّنَا بِالسَّلَامِ وَاَدْخِلْنَا الْـجَنَّةَ دَارَ السَّلَامِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَا ذَاالْـجَلَالِ وَاْلإِكْرَام

Maksudnya : Ya Allah, Engkaulah Penyelamat, daripada Engkaulah keselamatan, dan kepada Engkaulah kembali keselamatan. Maka hidupkanlah kami wahai Tuhan dalam selamat sejahtera. Masukkan kami ke syurga, tempat yang penuh kesejahteraan. Maha sucilah Engkau wahai Tuhan kami, Tuhan yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.  

3. Membaca Zikir Mengesakan Allah & Menjauhi Syirik

“Daripada Abu Zar bahawa Rasulullah SAW telah bersabda: Sesiapa yang membaca selepas sembahyang subuh dan ia masih kekal kedua kakinya (masih tetap di tempat solatnya),  sebelum dia berkata-kata  sesuatu yang lain:  

لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

sebanyak sepuluh (10) kali, maka tercatat baginya sepuluh kebaikan dan dihapuskan darinya sepuluh kesalahan serta diangkat baginya sepuluh darjat, dan pada hari itu ia berada dalam perlindungan dari segala yang tidak disukai, serta terjaga dari gangguan syaitan, dan tidak ada dosa yang dapat membatalkan amal perbuatannya pada hari itu kecuali syirik kepada Allah.”  

(Hadis Riwayat At Tirmidzi no. 3474)

4.  Membaca Tasbih, Tahmid Dan Takbir

Terdapat banyak hadis yang membicarakan tentang Nabi SAW membaca zikir tasbih, tahmid dan takbir selepas solat. Namun begitu, hadis-hadis yang diriwayatkan adalah berbeza dari segi kaifiat dan bilangannya. 

Kebanyakan ulama mentarjihkan bacaan zikir: 

  • Subhanallah  – 33 kali
  • Alhamdulillah – 33 kali
  • Allahuakbar – 33 kali

Lalu mencukupkan bilangan ke-100 dengan membaca:

لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

Ini berdasarkan hadis daripada Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah SAW bersabda:

Maksudnya: Daripada Abi Hurairah daripada Rasulullah SAW bersabda: Sesiapa yang bertasbih “Subhanallah” setiap kali selesai solat  33 kali, dan bertahmid “Alhamdulillah” 33 kali, dan bertakbir “Allahuakbar” sebanyak 33 kali lalu disempurnakan bilangan 100 dengan: 

لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

Maka diampunkan semua dosanya, meskipun sebanyak buih di lautan. 

(Hadis riwayat Muslim) 

5. Membaca Zikir Menjauhi Api Neraka

“Apabila kamu selesai solat subuh, bacalah doa berikut sebelum kamu berbicara dengan orang lain:

 اَللَّهُمَّ أَجِرْنِـى مِنَ النَّارِ 

(sebanyak 7 kali)

Jika pada hari itu kamu mati maka Allah akan menetapkan bahawa kamu dijauhi daripada api neraka. Jika kamu selesai solat maghrib, ucapkanlah doa ini sebelum kamu berbicara dengan orang lain:

 اَللَّهُمَّ أَجِرْنِـى مِنَ النَّارِ 

(sebanyak 7 kali)

Jika malam itu kamu mati, maka Allah tetapkan bahawa kamu dijauhi daripada api neraka.”   

Hadis ini adalah sahih menurut Al-Imam al-Hafiz Ibnu Hajar maka diperbolehkan untuk beramal. 

6. Membaca Ayat Kursi

ٱللَّهُ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌۭ وَلَا نَوْمٌۭ ۚ لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ مَن ذَا ٱلَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍۢ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ ۖ وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْعَظِيمُ

Maksudnya: 

Allah, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Tetap hidup, Yang Kekal selama-lamanya mentadbirkan (sekalian makhlukNya). Yang tidak mengantuk usahkan tidur. Yang memiliki segala yang ada di langit dan yang ada di bumi. 

Tiada sesiapa yang dapat memberi syafaat (pertolongan) di sisiNya melainkan dengan izinNya. yang mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka, sedang mereka tidak mengetahui sesuatu pun dari (kandungan) ilmu Allah melainkan apa yang Allah kehendaki (memberitahu kepadanya). 

Luasnya Kursi Allah (ilmuNya dan kekuasaanNya) meliputi langit dan bumi; dan tiadalah menjadi keberatan kepada Allah menjaga serta memelihara keduanya. Dan Dia lah Yang Maha Tinggi (darjat kemuliaanNya), lagi Maha Besar (kekuasaanNya)

“Daripada Abi Umamah berkata: Rasulullah SAW telah bersabda: “Siapa yang membaca ayat al-Kursi tiap-tiap lepas solat fardhu, maka tidak ada yang menghalangnya untuk masuk syurga kecuali menunggu saat matinya.”  

(Hadis Riwayat an Nasa‟i dan Ibnu Hibban) – Hadis ini adalah sohih. 

7. Membaca Al-Mu’awwidzat

Daripada Uqbah bin Amir berkata: Rasulullah SAW telah memerintahkan aku supaya aku membaca al-mu’awwidzat (surah Al-Ikhlas, surah Al-Falaq, dan surah An-Nas) setelah selesai solat.

8. Membaca Al Fatihah

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ ١ 

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ ٢ 

ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ ٣ 

مَـٰلِكِ يَوْمِ ٱلدِّينِ ٤ 

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ ٥ 

ٱهْدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلْمُسْتَقِيمَ ٦ 

صِرَٰطَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ ٱلْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ ٧

9. Membaca Doa Selepas Solat

Selesai membaca wirid selepas solat, zikir dan Al fatihah, anda boleh teruskan dengan membaca doa-doa pilihan selepas solat atau berdoa mengikut kesesuaian anda. Antara doa pilihan selepas solat ialah:

Wirid Lepas Solat & Zikir - Panduan Lengkap

Wirid Lepas Solat & Zikir - Panduan Lengkap

Wirid Lepas Solat & Zikir - Panduan Lengkap

Wirid Lepas Solat & Zikir - Panduan Lengkap

Wirid Lepas Solat & Zikir - Panduan Lengkap

No photo description available.

No photo description available.

No photo description available.

Muat Turun Bacaan Wirid Selepas Solat & Zikir (PDF)

Muat turun panduan bacaan wirid selepas solat dan zikir yang diterbitkan oleh Jabatan Mufti Negeri Pahang >>>HUKUM-ZIKIR-SELEPAS-SOLAT


Adab dalam Berzikir

Walaupun zikir boleh dilakukan pada bila-bila masa dan di mana sahaja, terdapat beberapa adab yang harus diikuti untuk memastikan zikir yang dilakukan diterima oleh Allah SWT. Antaranya ialah:

1. Bersih dari Hadas

Walaupun tidak diwajibkan, adalah lebih baik jika seseorang itu berada dalam keadaan bersih atau berwudhu sebelum berzikir. Ini menunjukkan penghormatan kita terhadap amalan yang dilakukan.

2. Menghadap Kiblat

Sebaiknya ketika berzikir, kita duduk menghadap kiblat. Ini adalah sunnah yang menunjukkan disiplin dan tertib dalam beribadah.

3. Berzikir dengan Suara Perlahan

Zikir yang dilakukan dengan suara yang perlahan lebih baik daripada yang dilakukan secara kuat. Ini kerana ia lebih mendekatkan diri kepada Allah dan membantu kita lebih fokus kepada makna setiap bacaan.

BACA JUGA: Adab Bangunkan Anak Dari TIDUR, Supaya Otak Cerdas Dan Badan Segar


Kelebihan Mengamalkan Wirid Selepas Solat & Zikir

1. Mendapat Keberkatan Hidup

Salah satu kelebihan utama mengamalkan wirid lepas solat ialah memperoleh keberkatan dalam kehidupan. Setiap kali kita selesai menunaikan solat, kita berpeluang untuk bermunajat dan mengingati Allah SWT. 

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda: “Sesiapa yang mengucapkan ‘Subhanallah’ sebanyak 33 kali, ‘Alhamdulillah’ 33 kali, dan ‘Allahu Akbar’ 34 kali selepas solat, maka segala dosanya akan diampuni walaupun sebanyak buih di lautan” (HR. Muslim). 

Ini jelas menunjukkan betapa besarnya ganjaran bagi mereka yang konsisten dalam mengamalkan wirid

2. Ketenangan Jiwa dan Hati

Zikir merupakan salah satu cara untuk menenangkan hati dan jiwa. Bagi mereka yang sering merasa resah atau gelisah, memperbanyakkan zikir selepas solat dapat membantu menenangkan fikiran dan jiwa. Amalan zikir ini juga mampu membantu kita lebih fokus dalam kehidupan harian, sekaligus menjauhkan diri dari gangguan syaitan.

Allah SWT berfirman dalam Al-Quran: “Ketahuilah dengan mengingati Allah itu, hati akan menjadi tenang” (Surah Ar-Ra’d: 28). 

3. Menghapuskan Dosa-dosa Kecil

Selain itu, wirid dan zikir lepas solat juga berfungsi untuk menghapuskan dosa-dosa kecil yang dilakukan tanpa sedar. 

Rasulullah SAW mengajarkan kita beberapa bacaan wirid yang mempunyai keistimewaan dalam menghapus dosa-dosa kecil. 

Sebagai contoh, membaca “Astaghfirullah” sebanyak 3 kali selepas solat adalah salah satu cara untuk memohon keampunan daripada Allah SWT atas dosa-dosa yang telah dilakukan. Walaupun kita tidak sempurna dan sering melakukan kesilapan, Allah SWT Maha Pengampun kepada hamba-hamba-Nya yang bertaubat.

Rujukan:

  1. IRSYAD HUKUM KE-9: BACAAN WIRID DAN DOA SELEPAS SOLAT – Mufti WP
  2. HUKUM-ZIKIR-SELEPAS-SOLAT – JABATAN MUFTI NEGERI PAHANG
  3. Zikir Selepas Solat – Jabatan Mufti Negeri Perlis
  4. Doa Pilihan Selepas Solat – Jabatan Kemajuan Islam Malaysia – JAKIM
Continue Reading

AGAMA

Doa Khatam Quran Lengkap – Teks Arab & Bacaan Rumi

Published

on

Doa Khatam Quran Lengkap - Teks Arab & Bacaan Rumi

 Doa Khatam Quran Lengkap – Teks Arab & Bacaan Rumi

Al-Quran adalah kitab suci yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW sebagai panduan hidup bagi umat Islam. Ia mengandungi petunjuk, hukum, dan ajaran yang membimbing kita dalam menjalani kehidupan seharian. 

Di dalam Al-Quran terdapat 30 juzuk yang merangkumi 6,236 ayat, masing-masing mengandungi pelbagai kisah dan pengajaran yang bernilai. 

Setelah  selesai membaca semua 30 juzuk, adalah disarankan untuk membaca doa khatam quran seperti yang dijelaskan dalam artikel Mufti WP

Tsabit bin Qais R.A berkata:

كَانَ أَنَسٌ إِذَا خَتَمَ الْقُرْآنَ جَمَعَ وَلَدَهُ وَأَهَلَ بَيْتِهِ فَدَعَا لَهُمْ

Maksudnya: Adalah Anas apabila mengkhatamkan al-Quran, beliau menghimpunkan anaknya dan ahli keluarganya di rumah beliau kemudian berdoa bagi mereka.

Riwayat al-Darimi (3801)

Imam Al-Nawawi juga menyebutkan sejumlah riwayat berkenaan kelebihan berdoa selepas khatam al-Quran berkata: “Dan tersangatlah disukai (oleh syarak) akan perbuatan berdoa selepas mengkhatamkan al-Quran sebagaimana yang telah kami sebutkan sebelum ini”.


Apa Itu Khatam Quran?

Khatam berasal dari perkataan Arab yang bermaksud “menamatkan” atau “menyelesaikan”. Khatam Quran bermaksud membaca Al-Quran secara lengkap dari surah Al-Fatihah hingga surah An-Nas.

Khatam Quran dianggap pencapaian spiritual yang penting bagi umat Islam. Ia melambangkan komitmen seseorang dalam mendalami kitab suci.

Tiada had masa tertentu untuk mengkhatamkan Al-Quran. Ada yang melakukannya dalam tempoh sebulan, seminggu atau lebih lama bergantung kepada keupayaan individu. Bulan Ramadhan sering menjadi pilihan ramai untuk mengkhatamkan Al-Quran.

Khatam Quran bukan bermakna tamatnya hubungan dengan Al-Quran. Sebaliknya ia menjadi pemangkin untuk terus membaca dan mengamalkan ajaran Al-Quran.

Selepas tamat membaca keseluruhan Al-Quran, digalakkan untuk membaca doa khatam Quran sebagai tanda kesyukuran akan kejayaan berjaya menghabiskan bacaan Al-Quran. Terdapat beberapa versi doa khatam quran yang boleh dibaca, ada yang pendek dan panjang.


Doa Khatam Quran – Versi Pendek 

الّلَهُمَ ارْحَمْنَا بِالْقُرْآن، واجْعَلْهُ لَنَا إمَامَاً وَنُوْرَاً وَهُدَىً ورحمةً الّلَهُمَ ذَكِّرْنَا مِنْهُ مَا نسيْنَا، وَعَلِّمْنَا مِنْهُ مَا جَهِلْنَا وَارْزُقْنَا تِلَاوَتَهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَأطْرَافَ الْنَهَار واجْعَلهُ لَنَا حُجَّةٌ يَا ربَّ الْعَالَمِيْن

Bacaan Rumi:

Allaahummarhamnaa Bil Qur’aan,  Waj’alhu Lanaa Imaaman Wa Nuuran Wa Hudan Wa Rohmah, Allaahumma Dzakkirnaa Minhu Maa Nusiinaa Wa ‘allimnaa Minhu Maa Jahilnaa,  Warzuqnii Tilaa Watahu Aanaa-Al Laili Wa Athroofan Nahaar,  Waj’alhu Lanaa Hujjatan Yaa Rabbal ‘aalamiin.

Maksudnya: 

Ya Allah rahmatilah kami dengan al-Quran, dan jadikanlah ia sebagai imam, cahaya, petunjuk, serta rahmat bagi kami. Ya Allah ingatkanlah kami daripadanya apa yang telah kami dilupakan, dan ajarkan kami darinya apa yang kami jahil serta rezekikanlah kami untuk membacanya siang dan malam, dan jadikanlah ia sebagai hujah kepada kami wahai Tuhan sekalian alam.

doa khatam quran


Doa Khatam Quran – Versi Panjang 1 

ٱلْحَمْدُ لِلَّٰهِ رَبِّ الْعَالِمِينَ. حَمْدًا شَاكِرِينَ. وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُولِنَا مُحَمَّدٍ وَءَالِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. اَللَّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّآ إِنَّكَا

أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَتُبْ عَلَيْنا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ وَاهْدِنَا وَوَفِّقْنَا إِلَى الْحَقِّ وَإِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمِ. بِبَرَكَةِ الْقُرْءآنِ الْعَظِيْمِ.

اللَّهُمَّ ارْحَمْنَا بِالقُرْءَانِ. وَاجْعَلْهُ لَنَا إِمَامًا وَنًورًا وَهُدًا وَرَحْمَةً. اللَّهُمَّ ذَكِّرْنَا مِنْهُ مَا نَسِينَا. وَعَلِّمْنَا مِنْهُ مَا جَهِلْنَا. وَارْزُقْنَا تِلَاوَتَهُ ءَانَآءَالَّيْلِ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ. وَاجْعَلْهُ لَنَا حُجَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ

اَللَّهُمَّ زَيِّنَّا بِزِيْنَةِ الْقُرْءَانِ. وَأَكْرِمْنَا بِكَرَامَةِ الْقُرْءَانِ. وَشَرِّفْنَا بِشَرَافَةِ الْقُرْءَانِ. وَأَلْبِسْنَا بِخِلْعَةِ الْقُرْءَانِ. وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ بِشَفَاعَةِ الْقُرْءَانِ. وَعَافِنَا مِنْ كُلِّ بَلَآءِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الْأَخِرَةِ بِحُرْمَةِ الْقُرْءَانِ اَللَّهُمَّ اجْعَلِ الْقُرْءَانَ لَنَا فِى الدُّنْيَا قَرِيْنًا وَفِي الْقَبْرِ مُؤْنِسًا. وَفِى الْقِيَامَةِ شَفِيْعًا وَعَلَى الصِّراطِ نُوْرًا. وَإِلَى الْجَنَّةِ رَفِيْقًا وَمِنَ النَّارِ سِتْرًا وَحِجَابًا. وَإِلَى الْخَيْرتِ كُلِّهَا دَلِيْلاً وَإِمَامًا. بِفَضْلِكَ وَجُوْدِكَ وَكَرَمِكَ يَا كَرِيْمُ اَللَّهُمَّ اهْدِنَا بِهَدَايَةِ الْقُرْءَانِ. وَنَجِّنَا مِنَ النِّيْرَانِ بِكَرَامَةِ الْقُرْءَانِ. وَارْفَعْ دَرَجَاتِنَا بِفَضِيلَةِ الْقُرْءَانِ. وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا بِتِلَاوَةِ الْقُرْءَانِ. يَا ذَا الْفَضْلِ وَالْإِحْسَانِ رَبَّنَا ءَاتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الأخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار .

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ءَالِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. سُبْحنَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ. وَسَلمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ. وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالِمِيْنَ

Maksudnya: 

“Segala puji tertentu bagi Allah, Tuhan yang memelihara dan mentadbirkan sekalian alam, pujian orang-orang yang bersyukur dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertaqwa. Dan selawat dan salam ke atas rasul kita Muhammad dan juga ke atas keluarganya dan sahabat-sahabatnya.

Ya Allah, Tuhan kami terimalah doa kami dan amalan kami, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Yang Maha Mengetahui. Dan terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Mengasihi. Tunjuk dan bimbinglah kami kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus dengan berkat Al-Quran.

Ya Allah, kasihanilah kami dengan berkat Al-Quran, dan jadikannya sebagai pimpinan, cahaya, petunjuk dan rahmat untuk kami. Ya Allah, ingatkanlah kami apa yang telah kami lupa dari Al-Quran, dan ajarlah kami apa yang kami tidak tahu tentang isi Al-Quran, dan kurniakanlah kami keupayaan untuk membacanya pada waktu-waktu malam dan siang, dan jadikanlah Al-Quran itu sebagai hujjah untuk kami. Wahai Tuhan pemelihara sekalian alam.

Ya Allah, hiaskanlah diri kami dengan keindahan Al-Quran, muliakan kami dengan kemuliaan Al-Quran, dan serikan kami dengan ketinggian martabat Al-Quran, dan pakaikan kami dengan pakaian permata Al-Quran, masukkan kami ke dalam syurga dengan syafaat Al-Quran, selamatkan kami daripada segala bencana dunia dan azab hari akhirat dengan berkat kehormatan Al-Quran.

Ya Allah, jadikanlah Al-Quran semasa hidup kami di dunia sebagai rakan dan di dalam kubur sebagai kawan yang mesra, pada hari kiamat sebagai pembantu, sebagai cahaya penyuluh, semasa menuju ke syurga sebagai teman, dan sebagai penghadang dan pendinding dari api neraka, dan jadikanlah Al-Quran untuk kami sebagai panduan dan ikutan kepada segala kebaikan, dengan limpah kurnia, kemurahan dan kemuliaan Mu jua ya Allah, Tuhan Yang Maha Pemurah.

Ya Allah, tunjukilah kami dengan petunjuk Al-Quran, selamatkanlah kami daripada api neraka dengan sebab kemuliaan Al-Quran, tinggikanlah darjat martabat kami dengan sebab kelebihan Al-Quran, dan hapuskanlah dosa kejahatan kami dengan sebab membaca al-Quran, ya Allah, Tuhan Yang Empunya segala macam kelebihan dan ehsan. Wahai Tuhan kami berilah kami kebaikan di dunia dan di akhirat, dan peliharalah kami dari azab api neraka.

Allah mencucuri rahmat dan salam sejahtera ke atas junjungan kami Nabi Muhammad SAW serta keluarga dan sahabat-sahabat baginda sekalian. Maha Suci Tuhanmu, Tuhan yang mempunyai keagungan dan kekuasaan dari apa yang mereka katakan dan selamat sejahtera kepada sekalian Rasul. Dan segala puji tertentu bagi Allah, Tuhan yang memelihara dan mentadbirkan seluruh alam.”


Doa Khatam Quran – Versi Panjang 2

doa khatam quran 1

doa khatam quran 1

Maksudnya: 

Maha benar Allah yang Maha Agung, dan RasulNya Nabi yang mulia dan kami bersaksi atas kebenaran hal tersebut. Ya Rabb kami, terimalah amalan kami, karena sesunggguhnya Engkau maha mendengar dan maha mengetahui.

Ya Allah anugerahkanlah kepada kami kenikmatan/kemanisan bagi tiap-tiap huruf daripada Al Qur’an, dan balasan bagi tiap2 juz dari Al Qur’an. Ya Allah jadikanlah huruf alif sebagai kelembutan, huruf ba barokah, ta taubah, tsa pahala, jim kecantikan, ha hikmah, kha kebaikan, dal dalil/petunjuk, dza kecerdasan, ra rahmah, za kesucian, sin kebahagiaan, syin syifaa/obat, shad kebenaran, dho cahaya, tho ketenangan (?), dzo keluasan,`ain ilmu, gho kekayaan, fa kemenangan, qo kedekatan, qaf kemuliaan, lam kelembutan, mim nasehat, nun cahaya, wa wushlah/sarana (?), ha petunjuk, ya keyakinan.

Ya Allah berikanlah kami manfaat dengan Al Qur’an yang agung dan tinggikanlah derajat kami dengan ayat-ayatnya dan terimalah bacaan kami dan maafkanlah segala kesalahan, kelupaan, perubahan kalimat dari tempatnya, mengawalkan atau mengkahirkan, penambahan atau pengurangan, penafsiran yang tidak sesuai dengan apa yang Engkau turunkan, keraguan atau sahwun (?), sui ilhanin(?), dan terburu2 ketika tilawah, kemalasan atau kesesatan lidah, waqof (berhenti) bukan pada tempatnya, mengidghomkan (mendengungkan bacaan) yang bukan idghom, mengidzharkan (bacaan tanpa dengung) yang bukan idzhar, madd (memanjangkan bacaan), mentasydid, hamzah, atau sukun, i’rab yang bukan pada tempatnya, atau kurangnya rasa cinta dan senang terhadap ayat2 yang memberi berita gembira, dan kurangnya rasa takut ketika membaca ayat2 ancaman, maka ampunilah kami ya Allah, dan jadikanlah kami sebagai orang yang syahid.

Ya Allah terangilah hati kami dengan Al Qur’an, dan hiasilah akhlak kami dengan Al Qur’an, jauhkanlah kami dari api neraka dengan Al Qur’an, masukkanlah kami ke surgamu dengan Al Qur’an. Jadikanlah Al Qur’an sebagai teman di dunia, di dalam kubur sebagai penerang/teman , cahaya di atas titian (shirath), dan teman di dalam surga, dan penghalang dan hijab dari api neraka, sebagai petunjuk untuk segala kebaikan dan tetapkanlah kami dalam kesempurnaan , anugerahkan kepada kami kemudahan dlm mengamalkan Al Qur’an dgn hati dan lisan, senantiasa cinta kpd kebaikan, kebahagiaan, kegembiraan atau keindahan iman. Dan selawat dan salam yg senantiasa tercurah kepada junjungan Nabi Besar Muhammad SAW dan para sahabat atas kebaikan akhlak dan kelembutan budi pekertinya di atas cahaya arsy.

Amin ya Rabbal ‘Alamin.


Tata Cara Membaca Doa Khatam Quran

Untuk memastikan doa khatam Quran dibaca dengan penuh khusyuk dan diterima Allah SWT, berikut adalah beberapa panduan yang boleh diikuti:

  1. Pilih masa yang sesuai: Sebaik-baiknya, pilih waktu yang tenang dan khusyuk untuk membaca doa ini. Ramai ulama mencadangkan waktu sepertiga malam terakhir sebagai masa yang paling mustajab untuk berdoa.
  2. Berwudhu: Pastikan anda dalam keadaan suci sebelum membaca doa. Berwudhu bukan sahaja menyucikan fizikal, tetapi juga membantu menenangkan minda.
  3. Menghadap kiblat: Jika boleh, hadapkan diri ke arah kiblat semasa berdoa. Ini membantu meningkatkan fokus dan kekhusyukan.
  4. Mulakan dengan memuji Allah: Sebelum membaca doa utama, mulakan dengan memuji Allah SWT dan berselawat ke atas Nabi Muhammad SAW.
  5. Baca dengan penuh penghayatan: Fahami makna doa yang dibaca. Jika tidak fasih dalam bahasa Arab, boleh membaca terjemahan selepas membaca dalam bahasa Arab.
  6. Angkat tangan: Mengangkat tangan semasa berdoa adalah sunnah Rasulullah SAW dan menunjukkan kerendahan hati kita kepada Allah SWT.
  7. Akhiri dengan Amin: Selepas membaca doa, ucapkan “Amin” sebagai penutup dan permohonan agar doa diterima.

Kelebihan Membaca Doa Khatam Quran

Membaca doa khatam Quran membawa pelbagai kelebihan dan faedah kepada pembacanya. Antara kelebihan tersebut adalah:

  1. Mendapat rahmat Allah: Di dalam doa khatam quran, kita memohon agar Allah SWT merahmati kita dengan Al-Quran, menjadikan kita di antara hamba-Nya yang dirahmati.
  2. Meningkatkan kefahaman: Melalui doa khatam quran ini juga, kita memohon agar Allah SWT mengajarkan kita apa yang tidak kita ketahui dari Al-Quran, sekali gus meningkatkan kefahaman kita terhadap kitab suci ini.
  3. Memperoleh petunjuk: Al-Quran adalah petunjuk bagi umat manusia. Dengan berdoa agar Al-Quran menjadi pemimpin dan cahaya, kita memohon petunjuk dalam kehidupan seharian.
  4. Mendapat syafaat: Pada hari kiamat kelak, Al-Quran akan menjadi pemberi syafaat kepada pembacanya. Doa khatam quran ini memohon agar Al-Quran menjadi hujah yang membela kita di hadapan Allah SWT.
  5. Meningkatkan keimanan: Proses membaca Al-Quran dan menutupnya dengan doa ini secara tidak langsung meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT.

Kelebihan Membaca Quran

doa khatam quran

Bukan sahaja membaca doa khatam quran mempunyai kelebihan, membaca quran itu sendiri juga mempunyai banyak kelebihan dan ganjaran yang dijanjikan oleh Allah SWT. Antaranya ialah:

1. Mendapat pahala dan ganjaran berlipat ganda

Setiap huruf yang dibaca akan diganjarkan dengan 10 kebaikan. Membaca Al-Quran secara konsisten akan mengumpulkan pahala yang besar.

 “مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لَا أَقُولُ {الم} حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ، وَلَامٌ حَرْفٌ، وَمِيمٌ حَرْفٌ.”

Terjemahan: “Sesiapa yang membaca satu huruf daripada Kitab Allah (Al-Quran), maka baginya satu pahala, dan satu pahala itu digandakan menjadi sepuluh kali ganda. Aku tidak berkata ‘Alif Lam Mim’ adalah satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu huruf.” (Hadis Riwayat Tirmizi).

2. Meningkatkan keimanan dan ketakwaan

Membaca Al-Quran membantu meningkatkan hubungan spiritual dengan Allah SWT, memperkuat iman dan mendorong ketakwaan. 

“إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ”

Terjemahan: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu (yang sempurna imannya) ialah mereka yang apabila disebut nama Allah (dan sifat-sifatNya) gementarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya maka bertambah (kuat) imannya dan kepada Tuhan mereka jualah mereka berserah diri.”

3. Memberi ketenangan jiwa dan mengurangkan tekanan

Al-Quran bertindak sebagai penawar bagi hati yang gelisah dan tidak tenang. 

“الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ”

Terjemahan: “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingati Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah hati menjadi tenteram.”

4. Merangsang aktiviti mental dan meningkatkan fungsi kognitif

Proses membaca, memahami dan menghafal Al-Quran merangsang otak dan meningkatkan daya ingatan. 

5. Mendapat syafaat (pertolongan) pada hari kiamat

Al-Quran akan menjadi pemberi syafaat bagi pembacanya di akhirat kelak. 

5. Memperbaiki Akhlak

Membaca Al-Quran secara konsisten membantu memperbaiki akhlak dan tingkah laku seseorang. Lebih-lebih lagi, dengan memahami dan mentadabbur makna ayat-ayatnya.

Akhir kata, semoga Allah SWT memberkati setiap usaha kita dalam membaca, memahami, dan mengamalkan isi Al-Quran.

Rujukan:

  1. AL-KAFI #1277: MANAKAH LEBIH TEPAT DALAM DOA KHATAM AL-QURAN : SEBUTAN NASIINA ATAU NUSSIINA? – Mufti WP
  2. Doa Khatam Al-Quran – MyJakim
  3. Doa Khatam Al-Quran (Versi Panjang) – islamicacademy.org
Continue Reading

AGAMA

Nafkah Suami Kepada Isteri Dalam Perkahwinan Islam

Published

on

By

Nafkah Suami Kepada Isteri

Nafkah Suami Kepada Isteri Dalam Perkahwinan Islam

Di zaman moden ini, peranan wanita dalam ekonomi keluarga semakin signifikan, dengan ramai isteri yang turut bekerja dan menyumbang kepada kewangan rumah tangga. Namun begitu, tanggungjawab suami untuk menunaikan nafkah terhadap isteri tetap merupakan kewajipan yang tidak boleh diabaikan. Artikel ini akan membincangkan lebih lanjut mengenai konsep nafkah dalam Islam, termasuk tanggungjawab suami kepada isteri serta hak-hak nafkah selepas penceraian.

Apa Itu Nafkah Suami Kepada Isteri?

Secara definisi, Nafkah Suami Kepada Isteri merujuk kepada kewajipan seseorang untuk menyediakan perbelanjaan atau sara hidup kepada mereka yang berada di bawah tanggungannya. Ini termasuk isteri, anak-anak, dan individu lain yang berhak seperti anak angkat atau ahli keluarga yang memerlukan. Nafkah Suami Kepada Isteri meliputi beberapa aspek seperti:

  1. Makanan: Bekalan keperluan asas harian seperti makanan dan minuman.
  2. Pakaian: Pakaian yang bersesuaian mengikut keperluan semasa.
  3. Tempat Tinggal: Kediaman yang selamat dan sesuai untuk kehidupan bersama.
  4. Pendidikan dan Agama: Keperluan pendidikan, terutama untuk anak-anak, serta keperluan keagamaan seperti pendidikan Islam.
  5. Perubatan: Kos rawatan kesihatan bagi isteri dan anak-anak yang ditanggung.
Nafkah Suami Kepada Isteri

Nafkah Suami Kepada Isteri

Dalam konteks perkahwinan, Nafkah Suami Kepada Isteri yang wajib diberikan oleh suami kepada isteri bukan sahaja melibatkan perkara-perkara di atas, tetapi juga perhatian dan kesejahteraan psikologi. Islam meletakkan tanggungjawab ini sebagai suatu kewajipan yang mesti ditunaikan, tidak kira sama ada isteri turut bekerja atau tidak.

Nafkah Suami Kepada Isteri Semasa Perkahwinan

Menurut fatwa dan panduan dari JAKIM serta sumber-sumber Islam, nafkah suami kepada isteri semasa perkahwinan merangkumi beberapa elemen penting yang tidak boleh diabaikan, termasuk:

  • Barang-barang Dapur: Keperluan asas untuk memasak dan menyediakan makanan harian.
  • Alat-alat Pembersihan Diri: Barangan untuk kebersihan diri seperti sabun dan syampu.
  • Pembantu Rumah: Jika kebiasaan isteri mempunyai pembantu, dan suami berkemampuan, beliau wajib menyediakan pembantu kepada isteri (jika ada).

Tanggungjawab nafkah ini termasuk dalam kategori wajib menurut hukum syarak dan ditekankan dalam kitab-kitab fiqh seperti Mughni al-Muhtaj (4/542).

Nafkah Selepas Penceraian

Penceraian tidak secara automatik menggugurkan tanggungjawab nafkah terhadap bekas isteri, terutama dalam tempoh edah. Nafkah selepas penceraian bergantung kepada jenis talak yang diberikan oleh suami. Terdapat tiga kategori nafkah selepas penceraian berdasarkan jenis talak:

  1. Talak Raj’i (Rujuk): Dalam tempoh edah talak raj’i, suami masih wajib menyediakan nafkah kepada bekas isteri termasuk makanan, pakaian, dan tempat tinggal.
  2. Talak Bain: Dalam kes talak bain, bekas isteri hanya layak mendapatkan nafkah tempat tinggal sepanjang tempoh edah. Sekiranya isteri hamil ketika diceraikan, dia berhak mendapat nafkah penuh seperti talak raj’i.
  3. Talak Sebelum Persetubuhan: Sekiranya talak berlaku sebelum persetubuhan, isteri tidak berhak menerima nafkah.

Peruntukan ini dijelaskan dalam panduan syariah dan menjadi asas kepada pelaksanaan undang-undang keluarga Islam di Malaysia.

Jenis-Jenis Nafkah Suami Kepada Isteri yang Boleh Dituntut

Selepas penceraian, bekas isteri berhak menuntut beberapa jenis nafkah di Mahkamah Syariah. Antara jenis nafkah yang boleh dituntut adalah seperti berikut:

  1. Nafkah Edah: Ini merujuk kepada nafkah yang wajib diberikan kepada isteri dalam tempoh edah talak raj’i, meliputi makanan, pakaian, dan tempat tinggal.
  2. Mut’ah: Bayaran yang wajib diberikan oleh suami kepada isteri yang diceraikan tanpa sebab munasabah. Kadar mut’ah boleh dipersetujui oleh kedua-dua pihak atau ditentukan oleh Mahkamah Syariah jika terdapat pertikaian.
  3. Harta Sepencarian: Harta yang diperolehi sepanjang tempoh perkahwinan boleh dituntut oleh bekas isteri atau suami. Ini termasuk wang, harta alih, harta tak alih, atau aset lain yang diperolehi secara bersama.
  4. Tunggakan Nafkah: Jika suami gagal melaksanakan tanggungjawab nafkah semasa tempoh perkahwinan, tunggakan nafkah tersebut boleh dituntut di Mahkamah.
  5. Nafkah Anak: Tuntutan nafkah anak boleh dibuat jika bekas suami gagal memenuhi perintah nafkah yang dikeluarkan oleh Mahkamah Syariah. Ini termasuk perbelanjaan makanan, pakaian, tempat tinggal, pendidikan, dan perubatan anak-anak.

Hak Jagaan Anak (Hadhanah)

Dalam Islam, hak jagaan anak yang belum mencapai umur dewasa secara umum diberikan kepada ibu, terutama bagi anak lelaki yang berumur di bawah 7 tahun dan anak perempuan di bawah 9 tahun. Jika berlaku pertikaian mengenai hak jagaan anak, Mahkamah Syariah akan membuat keputusan berdasarkan kepentingan anak tersebut. Bagi anak-anak yang telah melebihi had umur ini, Mahkamah akan mempertimbangkan pilihan mereka sama ada mahu tinggal bersama ibu atau bapa.

Bilakah Kegagalan Menunaikan Nafkah Dikira Sebagai Hutang?

Kegagalan menunaikan nafkah oleh suami dianggap sebagai hutang yang wajib dibayar apabila suami tidak menunaikan nafkah yang telah ditetapkan. Hutang nafkah isteri dikira bermula dari saat kegagalan menunaikan kewajipan tersebut, manakala hutang nafkah anak bermula selepas adanya perintah Mahkamah.

Dokumen Tuntutan Nafkah

Bagi isteri atau bekas isteri yang ingin menuntut nafkah di Mahkamah Syariah atau Jabatan Bantuan Guaman, dokumen-dokumen yang diperlukan termasuklah:

  • Kad pengenalan
  • Surat perakuan nikah
  • Surat perakuan cerai
  • Sijil kelahiran anak
  • Penyata gaji atau bukti pendapatan suami

nafkah isteri 1024x722 1

nafkah anak 1024x719 1

Kesimpulan

Nafkah adalah tanggungjawab besar bagi suami dalam menjaga kebajikan isteri dan anak-anak. Biarpun situasi zaman moden telah menyaksikan perubahan besar dalam peranan wanita, Islam masih mengekalkan hak dan tanggungjawab ini sebagai asas dalam menguruskan rumah tangga. Suami perlu memenuhi tanggungjawab nafkah sepanjang tempoh perkahwinan, dan dalam beberapa kes, selepas penceraian. Pematuhan terhadap tanggungjawab nafkah ini bukan sahaja memberi keadilan kepada isteri, tetapi juga memastikan keharmonian rumah tangga dan kesejahteraan ahli keluarga.

Rujukan:

Baca juga:

Ada 3 Perkara Yang Isteri WAJIB Tuntut HAK NAFKAHNYA. Yang Lainnya Ikutlah Kemampuan Seorang Suami

Nafkah untuk isteri tak termasuk keperluan barang dapur, Para suami kena ingat dan Wajib tahu.

Mana Yang Didahulukan Nafkah Ibu Bapa atau Isteri

Sedakah Yang Paling Terbaik Adalah Sedekah Kepada Ahli Keluarga Sendiri. Jangan Abai Nafkah Anak Dan Isteri

 

Continue Reading

Trending