Connect with us

Keluarga

Ibu, Jangan Katakan 8 Hal ini pada Anakmu

Published

on

wahai Ibu Jangan Katakan 8 Hal ini pada Anakmu

Ibu, Jangan Katakan 8 Hal ini pada Anakmu

Thabrani meriwayatkan dari Jabir Bin Samurah bahwa Rasulullah saw bersabda:

“Salah seorang di antara kalian mendidik anaknya, itu lebih baik baginya dari pada menyedekahkan setengah sha’ setiap hari kepada orang-orang miskin.”

Sahabat Ummi, seorang ibu adalah pendidik pertama dan utama untuk anak-anaknya, oleh karena itu, sebagai ibu kita perlu mengupgrade diri tiap hari agar bisa mendidik anak-anak kita sesuai dengan zaman di mana mereka hidup.

“Didiklah anak-anakmu, karena mereka akan hidup pada zaman yang berbeza dengan zamanmu,” demikian pesan Khalifah Kedua Umat Islam, Umar bin Khaththab. Pesan yang sungguh singkat dan mudah diingat.

Salah satu cara mendidik anak tentu saja melalui perantara lisan, sayangnya… banyak orangtua khususnya ibu, yang belum memahami pentingnya menjaga kata-kata di depan anak, karena dapat berpengaruh besar pada perkembangan diri, psikologis, dan konsep diri anak.

Berikut ini, 8 hal yang sebaiknya tidak dikatakan kepada anak, terutama usia sampai dengan tujuh tahun:

1. Jangan katakan “Jangan Ganggu, Ibu Sibuk”

Hal ini tampaknya seperti hal yang normal. Seorang ibu sibuk memasak di rumahnya. Atau ayah sibuk membaca post menarik di koran. Atau mungkin juga melanjutkan tugas yang dibawa dari kantor. Lalu ia mengunci diri di kamarnya. Tiba-tiba anak datang dan meminta dia untuk sebuah bantuan. Dalam situasi yang ketat, orang tua dapat berteriak pada anak itu, “Jangan ganggu aku! Aku sibuk! ”

Menurut Suzette Haden Elgin PhD., penulis yang juga seorang pelatih bela diri verbal dikutip dari parenting. com, bahwa jika orang tua bertindak seperti itu, anak-anak mungkin merasa tidak berarti karena jika mereka meminta sesuatu pada orang tua mereka, mereka akan diposthu untuk pergi.

Bayangkan Sahabat Ummi… Jika sikap seperti itu diterapkan pada anak-anak kita, maka sampai mereka tumbuh dewasa, kemungkinan besar mereka akan merasa tidak ada gunanya berbicara dengan orangtua.

Di sisi lain, Suzette menyarankan bahwa jika memang sedang benar-benar sibuk, cobalah alihkan perhatian anak-anak untuk melakukan kegiatan lain sebelum kita membantu mereka. Misalnya, jika mereka meminta bantuan dalam melakukan pekerjaan rumah mereka dan kondisinya kita sedang benar-benar sibuk, mintalah mereka untuk melakukan aktivitas lain terlebih dahulu seperti menonton TV. Lalu kemudian, datanglah kepada mereka untuk membantu, asalkan gangguan tersebut tidak terlalu lama.

2. Memberikan Pernyataan Negatif tentang Diri Anak

  • “Kamu anak yang pelit!”
  • “Kamu pemalas!”
  • “Kamu gendut!”
  • “Kamu nakal!”

Jenis pernyataan semacam itu dapat menya kiti perasaan anak-anak. Mereka akan menjadi seperti yang orang tua mereka katakan. Sungguh berba haya, mengingat kata-kata seorang ibu bisa berarti doa untuk anak-anaknya.

Sebaliknya, katakanlah hal-hal positif kepada anak. Jika anak menerima nilai buruk, jangan mengatakan, “Kamu begitu bodoh!”; Katakan sesuatu yang lain. Sebagai contoh, katakanlah, “Jika kamu belajar lebih baik, kamu akan mendapatkan nilai yang lebih baik daripada ini karena kamu sebetulnya adalah anak pintar.” Bukankah kata-kata seperti ini akan lebih menenangkan hati anak kita?

3. Jangan katakan “Jangan Menangis!”

Berurusan dengan anak-anak yang bertengkar dengan teman-teman mereka atau merasa kecewa karena perlakuan tertentu harus dilakukan secara bijaksana. Tidak perlu untuk memarahi atau meminta anak-anak anda untuk tidak cengeng. Banyak anak yang mengalami hal tersebut, orang tua mengatakan pada mereka, “Jangan cengeng!”, “Jangan sedih!”, “Jangan takut!”

Menurut Debbie Glasser, seorang psikolog anak, mengatakan kata-kata tersebut akan mengajarkan anak-anak bahwa perasaan sedih adalah sesuatu hal yang tidak umum, bahwa menangis bukanlah hal yang baik, sedangkan menangis sendiri merupakan ekspresi dari emosi tertentu yang setiap manusia miliki.

Oleh karena itu, untuk menangani masalah ini, akan lebih baik untuk meminta anak-anak menjelaskan apa yang membuat mereka sedih. Jika mereka merasa diperlakukan tidak adil oleh teman-teman mereka, jelaskan pada mereka bahwa perilaku teman-teman mereka adalah tidak baik.

Dengan memberikan mereka gambaran perasaan yang mereka rasakan, orang tua telah memberikan mereka pelajaran empati. Anak-anak yang menangis akan segera menghentikan atau setidaknya mengurangi tangisan mereka.

4. Jangan Membanding-bandingkan Anak

“Lihatlah kakakmu, dia bisa melakukannya dengan cepat. Mengapa kamu tidak bisa melakukannya juga?”

“Temanmu bisa menggambar dengan bagus, kenapa kamu tidak?”

“Dulu ketika kecil ibu bisa begini begitu, masa kamu tidak bisa?!”

Perbandingan hanya akan membuat anak anda merasa bingung dan menjadi kurang percaya diri. Anak-anak bahkan mungkin membenci orang tua mereka karena mereka selalu mendapatkan perlakuan buruk dari perbandingan tersebut (terhadap kakak, adik, atau anak-anak lain), sedangkan perkembangan setiap anak berbeda.

Daripada membandingkan anak-anak, ibu sebaiknya membantu untuk menyelesaikan persoalannya. Misalnya, ketika anak mengalami masalah mengenakan pakaian mereka sementara saudara mereka bisa melakukannya lebih cepat, orang tua harus membantu mereka untuk melakukannya secara benar.

5. Jangan katakan “Tunggu Ayah Pulang ya! Biarkan kamu dihukum ayah”

Ada kalanya seorang ibu berada di rumah bersama anak-anak mereka tetapi tanpa ayahnya. Ketika anak-anak melakukan kesalahan, ibu tidak segera memposthu anak-anak tentang kesalahan yang mereka buat. Si ibu hanya mengatakan, “Tunggu sampai ayahmu pulang.” Ini berarti menunggu sampai ayahnya yang akan menghukum nanti.

Menunda mengatakan kesalahan hanya akan memperburuk keadaan. Ada kemungkinan bahwa ketika seorang ibu menceritakan kembali kesalahan yang dilakukan anak-anak mereka, ibu malah membesar-besarkan sehingga anak-anak menerima hukuman yang lebih dari seharusnya.

Ada kemungkinan juga orang tua menjadi lupa kesalahan anak-anak mereka, sehingga kesalahan yang seharusnya dikoreksi terabaikan. Oleh karena itu, akan lebih baik untuk tidak menunda dalam mengoreksi kesalahan yang dilakukan anak-anak sebelum menjadi lupa sama sekali, dan

6. Jangan Terlalu mudah dan berlebihan memberi pujian

Rupanya, memberikan pujian dengan mudah juga bukan hal yang baik. Memberikan pujian dengan mudah akan terkesan “murah”. Oleh karena itu jika seorang anak melakukan sesuatu yang sederhana, tidak perlu memuji dengan “Luar Biasa! Luar Biasa!” Karena anak secara alamiah akan mengetahui hal-hal yang dia lakukan dengan biasa-biasa saja atau luar biasa.

Yang perlu diperhatikan juga, pujilah sikap anak kita, dan jangan memuji dirinya atau hasil perbuatannya. Sekiranya ia mendapat hasil bagus di sekolah, pujilah “Alhamdulillaah, Ibu bangga dengan kerja keras kamu sehingga kamu mendapat nilai baik!”

Jika kita memuji hasil yang dilakukan anak dan bukan sikapnya, sangat mungkin anak kita akan berfokus pada hasil dan tidak peduli dengan sikap/ karakter yang baik, misalnya… demi mendapat nilai ujian bagus, anak akan rela mencontek atau bertanya pada teman ketika ujian.

7. Jangan Katakan “Kamu Selalu…” atau “Kamu tidak pernah…”

Janganlah melontarkan kalimat dengan “Kamu selalu….” atau “Kamu tidak pernah…”. Memang, kata-kata ini kadang refleks langsung terucap oleh orangtua, namun hindarilah penggunaan kalimat ini.

“Hati-hati, kedua kata-kata itu ada makna di dalamnya. Di dalam pernyataan “Kamu selalu…” dan “Kamu tidak pernah” adalah label yang bisa melekat selamanya di dalam diri anak,” ujar Jenn Berman PhD, seorang psikoterapis.

Berman mengungkapkan, kedua pernyataan yang kerap dilontarkan oleh orang tua ini akan membentuk kepribadian anak. Anak-anak akan menjadi seperti apa yang dikatakan terhadap dirinya. Bila orangtua mengatakan sang anak selalu lupa menelepon ke rumah jika pulang terlambat, maka ia akan menjadi anak yang tidak pernah menelepon ke rumah.

“Sebaliknya, bertanyalah kepada anak tentang apa yang bisa orangtua lakukan untuk membantu dia mengubah kebiasaannya. Misalnya, ‘Ibu perhatikan kamu sering lupa membawa pulang buku pelajaran ke rumah. Apa yang bisa Ibu bantu supaya kamu ingat untuk membawa bukumu pulang?’. Pernyataan seperti itu akan membuat anak merasa terbantu dan nyaman,” jelas dr Berman.

8. Jangan katakan “Bukan begitu caranya, sini biar ibu saja!”

Pernyataan lainnya yang harus kita hindari adalah “Bukan begitu caranya. Sini, biar Ibu saja.” Biasanya orangtua mengeluarkan pernyataan ini jika mereka meminta anak membantu sebuah pekerjaan, namun anak tidak melakukannya seperti yang dikehendaki. Dr Berman mengatakan, orang tua harus menghindari pernyataan ini.

“Ini sebuah kesalahan, karena ia (anak) menjadi tidak belajar bagaimana caranya. Daripada berkata demikian, lebih baik ibu melakukan langkah kolaboratif dengan mengajak anak melakukan pekerjaan itu bersama sambil ibu menjelaskan bagaimana cara melakukannya,” saran dr Berman.

Jom Tonton Video :

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Keluarga

Cara Merangsang Percakapan Bayi Sejak Lahir: Panduan Lengkap Mengikut Tahap Umur

Published

on

Cara Merangsang Percakapan Bayi Sejak Lahir: Panduan Lengkap Mengikut Tahap Umur

Cara Merangsang Percakapan Bayi Sejak Lahir: Panduan Lengkap Mengikut Tahap Umur

Masih ramai ibu bapa beranggapan bahawa anak akan bercakap sendiri apabila tiba masanya. Ada juga yang berpegang pada prinsip, “Saya tak pernah ajar bunyi binatang, bila nampak kucing saya sebut ‘kucing’, bukan ‘meow’.” Kedengaran yakin, tetapi hakikatnya perkembangan bahasa kanak-kanak tidak berlaku secara lompat terus, sebaliknya melalui beberapa tahap penting yang perlu dirangsang dengan betul sejak lahir.

Sama seperti perkembangan motor kasar — bermula dengan meniarap, merangkak, duduk, berdiri dan barulah berjalan — kemahiran bahasa juga mempunyai fasa-fasanya sendiri. Jika anak terus diajar perkataan yang terlalu kompleks, ia boleh menyukarkan proses pembelajaran, terutamanya bagi anak yang mengalami speech delay. Ibarat kanak-kanak berusia 7 tahun dipaksa belajar subjek darjah 6, hasilnya bukan lebih cepat pandai, tetapi lebih keliru.

Berikut ialah panduan merangsang percakapan bayi bawah setahun, dibahagikan mengikut tahap umur.


Tahap 1 Cara Merangsang Percakapan Bayi: Umur 0 hingga 3 Bulan

Asas komunikasi bermula di sini

Pada peringkat ini, bayi belum bercakap, tetapi sedang membina asas komunikasi melalui bunyi dan reaksi.

Ciri perkembangan normal:

  • Senyum sebagai tindak balas

  • Mengeluarkan bunyi seperti “aaa” dan “eee”

  • Senyap atau senyum apabila diajak bercakap

  • Mengenali suara ibu dan ayah

  • Tangisan berbeza mengikut keperluan

Tips rangsangan:

  • Berbual dengan jarak dekat dan pandang mata bayi

  • Belai dan urut bayi dengan kerap, terutamanya selepas mandi

  • Usap dan sikat rambut sambil menyusu

  • Gunakan mainan berbunyi untuk merangsang perhatian

  • Untuk bayi menyusu badan, biarkan seketika bayi merengek sebelum menyusu supaya dia belajar konsep komunikasi

  • Kerap menyanyi dengan membuka mulut besar-besar, tanpa perlu malu

Cara Merangsang Percakapan Bayi


Tahap 2 Cara Merangsang Percakapan Bayi: Umur 3 hingga 6 Bulan

Bayi mula “bersembang” dengan caranya sendiri

Di sinilah bayi mula berinteraksi lebih aktif menggunakan bunyi dan ekspresi.

Ciri perkembangan normal:

  • Ketawa dengan bunyi

  • “Berbual” menggunakan bahasa bayi atau bahasa “alien”

  • Menunjukkan reaksi suka atau tidak suka melalui suara

  • Memandang ke arah bunyi

  • Mengenali mainan berbunyi

  • Fokus kepada muzik

Tips rangsangan:

  • Kerap ketawa dan berbual bersama bayi

  • Apabila bayi “bercakap”, angguk dan beri respon seolah-olah memahami

  • Latih konsep giliran bercakap (turn-taking)

  • Panggil nama bayi dari arah berbeza

  • Tunjuk objek atau binatang sambil sebut namanya

  • Menyanyi sambil tepuk tangan untuk gabung bunyi dan pergerakan

Baca lagi : Bayi yang berada dalam posisi songsang terpaksa dilahirkan secara normal, namun tragisnya, kepala bayi ‘tercicir’ dalam rahim ibunya – Majalah Ilmu


Tahap 3: Umur 6 hingga 12 Bulan

Dari bunyi ke perkataan pertama

Inilah fasa kritikal sebelum bayi mula menyebut perkataan bermakna.

Ciri perkembangan normal:

  • Meniru bunyi

  • Menyebut “bababa”, “mamama” (belum spesifik)

  • Faham arahan mudah seperti “datang sini”

  • Mengenali objek biasa seperti botol susu

  • Bergerak ke arah bunyi

  • Menggabungkan vokal dan konsonan

  • Menyebut perkataan pertama seperti “mama”, “bye-bye” atau “hai”

Tips Cara Merangsang Percakapan Bayi:

  • Pastikan anak melihat pergerakan mulut ketika bercakap

  • Ulang perkataan berkali-kali dengan jelas dan perlahan

  • Panjangkan sebutan suku kata

  • Ajar minum guna straw seawal 6 bulan untuk kekuatan otot mulut

  • Ajar “flying kiss” bersama gerakan mulut dan tangan

  • Bersihkan mulut bayi secara berkala

  • Gunakan pergerakan badan ketika memberi arahan

  • Ikut sama bunyi bayi sebagai tanda kita mendengar

  • Beri tepukan dan senyuman setiap kali bayi mencuba

  • Ajar bunyi binatang bersama nama, contohnya “Ini kucing, bunyi kucing ‘meow’”

  • Elakkan bercakap pelat dengan anak

  • Banyakkan pendedahan deria rasa melalui makanan berkhasiat


Faktor Paling Penting Cara Merangsang Percakapan Bayi : Elakkan Gangguan Gadget & Televisyen

Satu kesilapan besar yang sering berlaku ialah menganggap TV atau gadget tidak memberi kesan jika anak “tidak menonton”. Hakikatnya, bunyi latar belakang juga merupakan gangguan kepada perkembangan bahasa bayi.

Kajian terhadap lebih 900 bayi berusia 6 bulan hingga 2 tahun mendapati:

  • Setiap 30 minit pendedahan kepada gadget meningkatkan 49% risiko lewat bercakap

  • Bunyi latar mengganggu keupayaan bayi menapis bunyi penting (auditory filtering)

  • Bayi menjadi sukar fokus kepada suara manusia

Sebab itu, walaupun ibu bapa kerap bercakap dengan anak, kehadiran bunyi TV tetap menjejaskan keberkesanan rangsangan.

Untitled design 7


Bila Perlu Risau & Dapatkan Bantuan?

Perkembangan bahasa melibatkan 7 komponen sensori yang saling berkait. Jika salah satu terlebih atau terkurang, anak boleh mengalami kecelaruan sensori, yang sering berlaku pada kanak-kanak lewat bercakap.

Oleh itu, Cara Merangsang Percakapan Bayi, ibu bapa disarankan:

  • Mendapatkan penilaian daripada Occupational Therapist (OT)

  • Melakukan intervensi awal untuk hasil yang lebih berkesan

Baca lagi : Bayi Perempuan Yang Baru Lahir Ditemui Hidup-hidup Di Dalam Hutan Oleh Orang Kampung, Dipercayai Sudah Dua Hari Berada Di Hutan Itu, Tidak Berbaju Dan Hanya Dibaluti Dengan Daun Pisang – Majalah Ilmu


Kesimpulan Cara Merangsang Percakapan Bayi

Cara Merangsang Percakapan Bayi bukan soal cepat atau lambat, tetapi ikut tahap dan konsisten. Kurangkan gangguan, banyakkan interaksi bersemuka, dan jadikan komunikasi sebagai aktiviti harian yang menyeronokkan.

Semoga perkongsian ini membantu ibu bapa memahami bahawa percakapan bermula sejak lahir, bukan bila anak mula menyebut perkataan pertama.

Sumber: Maryam Jamadi
Occupational Therapist / Terapis Carakerja

Continue Reading

Keluarga

“Dah la Pandai Hafal Quran, Fasih Cakap Jepun Pula” Cantik Pula Masyallah – Ramai Kagum Kisah Aina Afiqah Raih 10A SPM

Published

on

Dah la Pandai Hafal Quran Fasih Cakap Jepun Pula Cantik Pula Masyallah – Ramai Kagum Kisah Aina Afiqah Raih 10A SPM

“Dah la Pandai Hafal Quran, Fasih Cakap Jepun Pula” Cantik Pula Masyallah – Ramai Kagum Kisah Aina Afiqah Raih 10A SPM

Nama seorang pelajar bernama Aina Afiqah binti Sahipol Nizam tiba-tiba jadi perhatian ramai sejak beberapa hari lalu. Bukan setakat kerana dia meraih keputusan 10A dalam SPM 2024, tapi kisah latar belakangnya yang cukup luar biasa buat ramai rasa kagum dan tersentuh.

Di sebalik wajah manis Aina, tersimpan kisah disiplin dan perjuangan yang tidak ramai tahu. Aina bukan saja cemerlang dalam akademik, malah berjaya menghafaz 30 juzuk al-Quran, selain dinobatkan sebagai Tokoh Sahsiah Terpuji Banat 2024 di institusi pengajiannya, MATIS Madinatul Huffaz.

Namun apa yang lebih mengejutkan, Aina juga mampu bertutur fasih dalam bahasa Jepun.

 Aina Afiqah

Kacukan Malaysia-Jepun, tapi dididik dengan nilai Islam sejak kecil

Aina merupakan anak kacukan Malaysia dan Jepun. Ibunya berasal dari Jepun manakala ayahnya rakyat Malaysia. Sejak kecil, dia dibesarkan dalam suasana yang penuh disiplin dan nilai agama. Bahasa Jepun menjadi bahasa harian di rumah, membuatkan Aina membesar dengan tiga bahasa — Melayu, Inggeris dan Jepun.

Di sebalik latar belakang antarabangsa itu, kedua ibu bapa Aina tetap menitikberatkan pendidikan agama dan akhlak. Maka tak hairanlah bila Aina berjaya menjadi hafizah dalam usia muda.

komen ffgg

@tahfizmadinatulhuffaz 10A ✅ Hafizah ✅ Tokoh Sahsiah ✅ Cakap Jepun ✅ Macam checklist superhero 🤭 Siapa kata pelajar tahfiz tak boleh all-rounder? #MadinatulHuffaz #maahadtahfizgombak #maahadtahfizkl #fasttrackspm #spm2024 ♬ original sound – MATIS Madinatul Huffaz

Bapa gembira ketika dapat tahu keputusan SPM

Sebuah video yang dimuat naik oleh pihak sekolah menampakkan detik penuh emosi apabila bapa Aina dilihat memberi ucapan dalam bahasa jepun  tanda syukur sambil tersenyum bergurau dgn anaknya. Ramai yang menyifatkan momen itu sebagai detik paling menyentuh hati sepanjang video tular berkenaan.

Rata-rata netizen membanjiri ruangan komen dengan ucapan tahniah dan kata-kata semangat buat Aina dan keluarganya.

Antara komen yang mencuri perhatian ialah apabila ramai mengakui tidak menyangka seorang pelajar tahfiz mampu mendapat keputusan akademik secemerlang itu.

Netizen teruja Aina boleh bercakap Jepun

Dalam satu lagi video lain yang turut tular, Aina dilihat bercakap dalam bahasa Jepun dengan lancar dan yakin. Ramai yang terkejut dan menyangka dia merupakan pelajar dari Jepun.

Namun apabila didengar betul-betul, ada yang berseloroh mengatakan sebutan Jepun Aina ada sedikit loghat Kelantan. Lucu tetapi mencairkan hati netizen yang terus menyokong gadis ini untuk terus ke hadapan.

 Aina Afiqah

Bukan biasa-biasa, tapi inspirasi generasi muda

Dalam dunia yang penuh cabaran hari ini, kisah seperti Aina Afiqah membawa sinar harapan buat ibu bapa, guru-guru dan masyarakat. Dia membuktikan bahawa pelajar tahfiz bukan hanya hebat dalam agama, tetapi juga mampu mencipta kecemerlangan dalam bidang akademik dan bahasa.

Ramai yang berharap Aina terus menggunakan kelebihan yang ada untuk berdakwah di peringkat antarabangsa, terutamanya kepada masyarakat Jepun yang semakin terbuka terhadap Islam.

@yayasanannabawi Replying to @AsyrafPais ini kisah dia. Patut lancar je bahasa jepun dia kan 😂. Semoga kisah adik afiqah boleh beri inspirasi kepada semua. #yayasanannabawi #matanshahalam #japanesegirl #inspirasiramadan ♬ Aesthetic – Tollan Kim

Siapa sebenarnya Aina Afiqah?

  • Pelajar lepasan SPM 2024 dengan keputusan 10A

  • Hafizah 30 juzuk al-Quran

  • Tokoh Sahsiah Terpuji Banat 2024

  • Fasih dalam bahasa Melayu, Inggeris dan Jepun

  • Berasal dari keluarga kacukan Malaysia-Jepun

Kejayaan Aina Afiqah bukan sekadar pencapaian peribadi, tetapi simbol bahawa gabungan ilmu dunia dan akhirat boleh melahirkan generasi muda luar biasa. Ia juga menjadi inspirasi kepada pelajar-pelajar lain bahawa segala impian boleh dicapai dengan disiplin, usaha dan doa yang berterusan.

Semoga kisah ini membuka mata lebih ramai pihak tentang potensi anak-anak Malaysia hari ini. Tak mustahil satu hari nanti Aina akan jadi suara penting yang membawa nama Islam dan negara ke persada dunia.

Sumber: MATIS Madinatul HuffazSumber:  

Continue Reading

Keluarga

Anak Rita Rudaini mencapai keputusan cemerlang dengan straight A sebagai hadiah ulang tahun untuk ibunya.

Published

on

rita rudaini anak sulung al quran 750x441 1

Anak Rita Rudaini mencapai keputusan cemerlang dengan straight A sebagai hadiah ulang tahun untuk ibunya.

rita rudaini

Rita Rudaini berkongsi berita gembira tentang anak sulungnya, Airit Rayyan Rizqin, 15, yang mencapai keputusan cemerlang dalam peperiksaan. Dalam entri Instagram, Rita berterima kasih kepada Allah kerana Ryan berjaya kekal dalam Top 10 batch student, kali ini di MRSM Sungai Besar.

“Alhamdulillah, syukur pada Allah, tahun ni Ryan Top 10 batch student lagi, tapi kali ni dekat MRSM Sungai Besar pula. Tahniah, ibu akan pastikan anak-anak ibu cemerlang dalam akhlak dan pendidikan. Doa ibu selalu bersama anak-anak,” tulisnya.

rita rudaini

Pencapaian Ryan turut mendapat perhatian rakan-rakan artis yang mengucapkan tahniah kepada Rita dan Ryan. Rita, yang sebelum ini berkahwin dengan bintang bola kebangsaan, Aidil Zafuan pada 2008, kini fokus untuk memastikan anak-anaknya cemerlang dalam segala aspek kehidupan.

Continue Reading

Trending